LARI YANG MENYENANGKAN

  • Sunday, January 01, 2017
  • By Imam Santosa
  • 3 Comments

Sebenarnya apa yang membuat orang tidak bosan dengan kegiatan larinya? Padahal jika boleh dikatakan, lari adalah salah satu kegiatan olahraga yang paling membosankan dan menjemukan di seluruh dunia. Belum lagi dengan cuaca panas Kota Semarang dan rute lari yang terkadang naik turun.

Lalu apa yang membuat lari tidak membosankan ya? Ada beberapa jurus jitu yang biasanya saya lakukan biar lari tidak terasa membosankan.

Jangan Paksa Diri Sendiri.

Ya, lari itu membosankan dan menjemukan, apalagi kalau dipaksakan. Yang ada hanya capek dan bosan. Segera berhenti adalah opsi yang pertama kali muncul jika kegiatan tersebut dipaksakan. Lalu yang bisa dilakukan adalah memilih waktu terbaik untuk lari berdasarkan keinginan masing-masing orang. Kalau hari ini ingin lari pagi, maka harus bangun lebih awal dan melakukan lari di pagi hari. Jika tubuh dalam keadaan lelah sekali dan butuh istirahat lebih, maka sebaiknya tidak memaksakan untuk bangun pagi dan lebih memilih untuk berlari di sore hari sepulang sekolah/kerja. Jangan memaksakan juga untuk selalu berlari lebih cepat atau lebih jauh. Tubuh kita terlalu pintar untuk kita bohongi. Jadi, take it easy.

Kalahkan Jaraknya

Terkadang mendengar kata 5K, 10K, 21K dan bahkan 42K, orang-orang cenderung ciut nyali dulu. Mampukah kita berlari sejauh itu?

Maka, sarannya adalah berpeganglah teguh dengan jurus Kalahkan Jaraknya dulu. Artinya, meskipun 10K itu jauh, tetap berusahalah menyelesaikannya walaupun harus menempuhnya dengan lari-lari kecil atau bahkan terseok-seok sambil berjalan. Nah setelah berhasil mengalahkan jaraknya, berikutnya baru berusaha mengalahkan jarak itu dengan berlari secara sungguh-sunggah dan dengan kecepatan lari yang stabil.

Tidak akan ada keraguan untuk menyelesaikan rute karena sudah mengetahui rute nya dengan baik. Efek percaya diri akan lebih tinggi dibandingkan saat pertama berlari dan belum belum pernah mencoba rutenya sama sekali.

Tak Ada Sepatu, nyekeRUN pun Jadi.

Terkadang ada beberapa teman yang masih ragu untuk memulai lari dengan alasan belum punya sepatu lari. Terkadang ada juga beberapa teman yang berlari tapi dengan sepatu yang lebih cocok untuk dipakai ke mall ketimbang untuk berolahraga. Sebenarnya ada sesuatu yang baru dan layak dicoba, jauh lebih nikmat untuk melepaskan sepatu, dan berlari nyekeRUN. Sensasi saat kaki menyentuh aspal atau tanah secara langsung itu semacam luar biasa. Memang melepas sepatu bisa menjadi pilihan saat kita bosan berlari dengan bersepatu. Selain itu, jauh lebih aman berlari tanpa alas kaki ketimbang memaksakan berlari dengan sepatu yang bukan untuk lari atau untuk olahraga.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat berlari tanpa alas kaki, misalnya adalah harus benar-benar yakin bahwa rute yang akan dilewati itu aman untuk berlari tanpa alas kaki. Rute yang cocok sekali untuk nyekeRUN adalah seputaran Masjid Agung Jawa Tengah, aspal disana sangat bersih dan bebas dari ranjau seperti paku, kerikil tajam dan lain-lain.

The More, The Merrier

Pernah dengar konsep “The more, the merrier”? Maksudnya adalah, semakin banyak, semakin seru! Konsep itu berlaku sekali untuk urusan lari. Seperti contoh saat melaksanakan lari bersama teman-teman dekat atau ikut kegiatan komunitas lari, rasanya itu jauh lebih menyenangkan ketimbang berlari sendiri. Selain bisa melakukan pemanasan dan pendinginan bersama, terkadang juga bisa mempelajari gerakan pemanasan baru dari teman-teman lain. Selain itu ada semacam efek manipulatif dari lari beramai-ramai itu. Kita bisa dibuat lupa dengan jarak lari yang jauh itu karena keasyikan ngobrol dan foto-foto bersama. Saking serunya, garis finish tak terasa sudah ada di  depan mata.

Variasikan Medan Lari



Memvariasikan medan lari dengan berlari di jalanan, lari di perbukitan dan bahkan di pegunungan. Selain banyak bonus pemandangan baru di sepanjang rute, lari dengan kontur tanah yang berbeda juga memaksimalkan pemerataan kemampuan kaki.

Variasikan Waktu Lari



Nah ini yang seru sebenarnya dari lari, bisa dilakukan kapan saja, bisa menyesuaikan waktu kita. Kalau suka bangun pagi, lari bisa dilakukan saat pagi hari. Kalau sibuk, lari bisa dilakukan pas sore hari sepulang sekolah, kuliah atau kerja. Kalau mau cari keseruannya lagi, lari bisa dilakukan saat malam hari. Ada beberapa komunitas yang melakukan kegiatan lari dengan jadwal lari rutin yang sangat bervariasi bahkan pada malam hari juga. Kalau masih belum puas juga, bisa juga mencoba untuk lari di siang hari juga, tapi jarang sekali mengingat cuaca panas Kota Semarang yang alamaaak!

Variasikan Jarak Lari

5K adalah jarak standar lari yang biasa Semarang Runners lakukan. Tapi kalau dilakukan terus menerus, lama kelamaan juga akan bosan. Nah sarannya, buat jarak lari itu lebih bervariasi, kadang 5K, 7K, bisa juga 10K dan bahkan bisa lebih jauh lagi. Jarak larinya pun bergantian.

Variasikan dengan Olahraga Lain



Melakukan satu macam saja olahraga pada dasarnya tidak baik untuk tubuh kita sendiri. Mengapa? Melakukan olahraga satu jenis memaksa kita untuk melatih otot tertentu saja dan akibatnya otot-otot lain tidak terlatih dengan baik. Nah biar otot-otot yang lain juga terlatih dengan baik, baiknya kita juga melakukan kegiatan olahraga lain seperti berenang, bersepeda maupun yoga. Olahraga tersebut sangat membantu kemampuan berlari.

Berenang dan bersepeda sangat membantu melatih otot kaki, otot paha, otot lengan dan punggung serta membantu sistem pernafasan. Nah dengan sistem pernafasan yang baik bisa membantu meningkatkan kemampuan bernafas saat berlari.

Sedangkan yoga akan sangat membantu membuat otot lari menjadi semakin firm dan lentur. Selain itu sama juga dengan olahraga berenang, yoga mengajarkan untuk mengatur nafas inhale dan exhale. Hasilnya adalah kemampuan paru-paru semakin meningkat.

Ikutlah Event Lari



Kalau yang terakhir ini, sangat dianjurkan buat teman-teman sepelarian saya untuk mengikuti event lari, fun run atau race yang benar benar dikelola oleh event organizer professional dan disponsori oleh berbagai brand atau perusahaan terkemuka.

Kenapa dianjurkan? Event lari baik skala lokal, nasional maupun internasional adalah saat dimana kita benar-benar dimanja saat berlari. Memang sih mengikuti event lari memaksa kita untuk merogoh kocek, tapi apa yang didapatkan jauh lebih banyak dari uang yang dikeluarkan. Bermacam produk sponsor, doorprize dan bahkan rewards atau imbalan seperti jersey atau medali finisher yang akan diterima setelah selesai berlari.

Tapi yang paling penting adalah kepuasan berlari yang tidak mungkin dibandingkan dengan nilai uang yang dikeluarkan. Belum lagi bisa bertemu dengan teman-teman sepelarian dari kota lain dan bisa saling bertukar cerita dan pengalaman. Saat event lari itulah kita benar-benar memaksimalkan lari.

Kalau diumpamakan anak sekolah, event lari adalah semacam ulangan umum atau tes ketangkasan yang berfungsi untuk menguji kemampuan kita setelah belajar lari sebelumnya. Hm, belum lagi bonus bisa berlari dengan orang-orang terkenal atau bahkan selebrity terkenal di Indonesia yang memang juga menggemari kegiatan lari.

Kembali Ke Diri Sendiri



Dari hal-hal di atas, tetap saja semua kembali lagi ke motivasi kita masing-masing dari awal kenapa kita memutuskan untuk berlari. Karena sesungguhnya motivasi itulah yang mendorong kenapa kita harus terus menikmati kegiatan lari tanpa bosan.

Lari mengajarkan kita tentang apa itu determinasi, yaitu kemauan keras untuk menyelesaikan sebuah rute lari dengan usaha pantang menyerah. Lari dapat mempertemukan kita dengan teman-teman sepelarian baik diseputaran Semarang maupun di kota lain. Lari juga bisa mengantarkan kita ke tempat-tempat luar biasa yang belum pernah disinggahi sebelumnya.

Selamat berlari dan bersenang-senang!

You Might Also Like

3 comments

  1. Menjura baca blog Kak Imam...
    Bakal kesini nih kalau sudah mulai malas lari...

    Tulisan blognya sama dengan spirit empunya blog.
    Selalu Semangat dan ceria!!!!
    Salam

    ReplyDelete
  2. absen dari lari dan renang malah bikin badan saya pegel pegel, mas
    nanti kalau si kecil sudah bisa jalan, kemudian lari, pasti bakal lebih sering lari

    Point "ikutlah event lari"
    saya belum pernah ikut.

    ReplyDelete
  3. The more and the merrier.
    Benar mas semakin banyak semakin seru. Memang lari bareng komunitas lebih seru.
    Jadi pengen lari sama mas imam lagi

    ReplyDelete